Mudik lebaran di tahun 2008

Fenomena mudik yang ditandai dengan membludaknya penumpang kendaraan umum adalah budaya khas setiap tahun masyarakat muslim Jawa Indonesia dalam menyambut datangnya Idul Fitri, yang populer dengan sebutan lebaran. Di setiap terminal, pelabuhan, stasiun, bahkan bandara selalu tampak membludak manusia, seolah-olah mudik lebaran merupakan bagian ”ritual” puasa
Di kampung halaman inilah manusia dapat kembali bersahabat dengan ”ruang” dan ”waktu”. Ruang betul-betul menjadi lokus di mana manusia urban kembali menghayati waktu dalam bentuknya yang utuh dan komplit dalam tiga dimensi; masa lalu, masa kini, dan masa datang. masa silam yang telah terlewat dan yang telah membentuk sebagian besar kediriannya. Di titimangsa itulah kemudian masa kini hadir sebagai sebuah persambungan sejarah, di mana setiap orang dapat mengukur kembali segenap laku hidupnya: sudahkah cita-cita dan harapan yang dianyam sejak dahulu itu tercapai? Namun peristiwa itu sendiri secara ritual dapat berbeda penghayatannya, namun pada prinsipnya sama saja, yakni ingin tetap berada pada akar budayanya, meskipun pada kesehariannya senantiasa bergesekan dengan budaya asing yang mungkin bertolak belakang dengan yang kita inginkan.Mudik lebaran itu terdiri dari orang jawa melayu sunda dst bahkan seluruh indonesia bagi yang beragama Islam hampir mengalami namanya mudik lebaran ini , saya juga mengalami-nya heheheh nah ini dia ceritanya ketika saya pulang ke wonosobo dari jakarta bersama adik saya dengan naik mobil sinar jaya dari pinag ranti menuju wonosobo hampir sehari semalam , padahal nurmalnya cuma 8-9 jam yha tergantung supir nya membawa mobil tersebut begitulah kurang lebih nya kalo naik sinar jaya dari jakarta ke wonosobo kalo dari jakarta jam 4 atau jam 5 sampai wonosobo jam 3 an /jam 4 pagi ini kurang lebih nya lhoo heheh , Nah pas menjelang lebaran kemarin itu lebih dari itu dari jakarta jam 1 siang sampai wonosobo jam 10 pagi bayang –kan betapa macet nya di jalan … tapi ya di nikmatin aja namanya mau ketemu keluarga sanak saudara teman dan yang lain lahhh heheheh ….sesampai wonosobo hari lebaran kurang 1 hari lagi senag rasanya sudah berkumpul bersama keluarga teman tetangga saling bertanya bagai mana di jalan yha tentunya macet lahh jawab ku , nah tibanya malam takbiran luarbiasa kekompakan dan semarak kemenangan di bulan yang Fitri bertakbir keliling mengelilingi kampung dan keluar ke jalan raya mengelilingi alun – alun wonosobo begitu padat nya ribuan orang bertakbir keliling mengumandangkan hari kemenangan ,sampai ahirnya kembali ke rumah masing masing ada yang bergadang ada yang tidur karena kecapean tibalah sang fajar membawa kemenangan kita bersama keluarga tetangga dan semua orang menuju mahjid untuk Solat Idul Fitri bergema Takbir berkumandang,,bedug bersahut2an,,begitu syahdu hari kemenangan, subhanallah,,manusia2 menitikkan air mata,,takbir ingatkan kita akan dosa2,,hati kecil kita meratap,,sadari kekuasaan Allah Subhanahuwata’ala,,betapa makhluk hina ini hanya segumpal tanah yg lebih kecil dari titik hitam di bawah kebesaran-Nya,,betapa hidup ini telah bermandikan dusta dan dosa,,betapa nista dan kotornya jiwa ini,,dipenuhi kesalahan, kekhilafan, ketololan, kemunafikan, dan sejuta kekurangan,, maka, di hari yang fitri , bersama kumandang takbir membahana dalam hati dan jiwa,, dengan segenap ketulusan dan kerendahan hati,,aku bersimpuh di hadapan-Nya, memohon ampunan atas dosa2,menitikkan air mata,setelah solat telah selesai berjabat tangan telah selesai diiringi takbir di dalam mahjid kini kembali ke rumah , setelah sampai kerumah tradisi keluarga aq bersungkem kepada kedua orang tuan nenek … gak sungkem ma kakek karena kakek dah gak ada serta sungkem pakde serta bude setelah selesai bersungkeman sama keluarga kini saatnya bersungkeman kepada Piyayi sepuh di kampung saya ya itu saudara saudara dah sesepuh di desa kami yang mana kita tak lupa meminta doa agar dijauhkan dari bilahi serta di dekatkan dari rezeki serta biar di doakan cepat dapat jodoh bagi yang masih jomblo hixixixi,nah usai sudah bersungkeman ke piyayi sepuh , badan capek sekali pulang lalau tidur hari kedua kini bersilatur rahmi kepada keluarga yang terjauh2 ke wonosobo kota ke pawulon , ngawis kepil usai sudah bersungkeman kepada family keluarya piyayi sepuh yang jauh tibalah malam hiburan yang meghibur masyarakat surojoyo dan sekitarnya yaitu kuda lumping / biasa di sebut tari topeng , yang memeriahkan lebaran tahun ini namun sayangnya hujan mengiringi pentas kesenian budaya jawa ini namanya kudalumping/ tari topeng hehehe tari topeng ini di asuh oleh sesepuh namanya Mbah warsono tepatnya di tiparan surojoyo ini usai pertunjukan aq kembali kerumah tidur riya walaupun orang tua marah2 karena tak boleh keluar hehehhe ….. hari berganti telpon berdering memangil saya untuk mengangkat telpon tersebut ternyata rombongan dari selawi telah sampai di sapuran berarti kurang lebih 15 menit sampai di rumah setelah sampai di rumah bersungkem riya ada juga saudara saya yang habis sungkem di wejangin / di tuturi bahasa jawanya kalo indonesianya diberi nasehat sama embah nya agar kelak nanti jadi cucu yang berguna bagi keluarga dan bangsa serta jadi orang sukses nantinya ( amin ) dst setelah itu ke makam untuk nyekar aq pun mengantar nya ke makam tadinya mau jalan kakai kemakam nya untuk nyekar berhubung pada enggak mau karena jauh ahirnya pun bawa mobil dan mobil di parkir di pinggir jalan setelah masuk makam baca surat yasin dst ternyata langsung hujan besar sekali kita pada lari semua menuju mobil yha lumayan coba kalo gak bawa mobil dan jadi jalan kakai heheh ,,,walaupun lumayan jauh sih dari makam ke jalan raya heheh yha sempat basah lah rambut dan bajunya mah heheh , hari berganti hari telpon berdering kembali diangkat olah ibu saya ternyata dari kaka yang tidak pulang ke surojoyo karena pas banget memasukin / buka kunci rumah nek wong jawane ngeleboni umah ngono lah hehehe kakak mengatakan kapan kusumo dan totok mau ke Tegal binggung saya menjawab nya ahirnya di putuskan esok harinya berangkat dari wonosobo jam setengah 1 sampai tegal jam setengah 7 malam kaka saya cemas sekali tiap detik telpone terus bahkan saya masih di pemalang udah nungguin di depan gerbang komplek nya lumayan jauh sih dari gerbang komplek rumah kaka ke rumah kaka sekitar 5 menit hehe naik motor , sampai sudah kerumah kaka langsung tidur gak pakai mandi karena capek hari ahirnya hari berganti saya berangkat kejakarta sendirian Karena adik aq masih kangen selain kangen juga ada keperluan sibuk nyari orang untuk ke Jakarta walaupun aq membantunya namun susah juga ,ahirnya saya berangkat kejakarta sendirian dengan naik travel nama tidak perlu saya sebut kan karena brengsek sekali sampai saya berantem gara2 uang kembalian saya gak mau mengembalikanya uang kembalian ku katanya udah dikembalikan padahal saya belum menerimanya dan bahkan sopir travel mengancam mau membunuh salah satu penumpang karena penumpang tersebut berangkat dari jawa tengah tepatnya dari Kendal jam 11 siang jam 8 malah baru di berebes padahal mengejar masuk kantor agar bias istirahat karena travelnya kebanyakan berhenti , ahirnya si sopir travel aq tantangi busetttt heheh heheh sok gaya uiii sok jagoan uiiii tapi kenyataan sampai para penumpang yang tadinya beli tiket pas lagi berhenti di berebes karena mau memakai jasa travel itu jadi gak jadi 3 orang Karen akatekutan kalo nanti hal yang sama terjadi kepada ke3 orang tersebut , setelah perang mulut ahirnya si sopir travel mengembalikan uang kembalian saya setelah aq dorong dadanya dan aq berkata kalo gak di kembalikan uang saya saya mau ngadu ke perusahaan travel tersebut heheheh alhamdulilah uang dikembalikan dan sampai Jakarta selamat tanpa halangan suatu apapun itulah kisah sedikit tentang pulang kampung aq lebaran tahun 1429 H ini ,Allahu Akbar Allahu Akbar bergema, menyeruak ke angkasa menembus gelapnya malam Seiring hati bahagia, kembali pada fitrah(AMIN ) Bagi yang puasa tapi ya

Selamat idul fitri 1429 H, mohon maaf lahir dan batin
Denah lokasi kabupaten wonosobo dan jateng silahkan buka link ini
http://www.maplandia.com/indonesia/jawa-tengah/wonosobo/

Pemkot Minta Pengurangan Pasokan Minyak Tanah Tidak Dilakukan Seketika

Pemkot meminta kepada Pertamina dan Hiswana migas, untuk tidak melakukan pengurangan minyak tanah secara seketika. Kepala dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi kota Yogyakarta Aman Yuriadijaya mengungkapkan, kebijakan pengurangan minyak tanah merupakan kebijakan dari pemerintah pusat, sehingga pemerintah daerah tidak bisa melakukan upaya secara langsung. Meski demikian, Pemkot tetap akan berkoordinasi dengan Pertamina dan Hiswana Migas, agar pelaksanaan pengurangan minyak tanah tidak dilakukan secara drastis dan harus melihat kenyataan di lapangan.
Selain itu, Pemkot juga akan mengintensifkan sosialisasi program konversi minyak tanah ke gas elpiji kepada masyarakat. Karena selama ini Pertamina tidak melakukan sosialisasi secara menyeluruh terkait program tersebut.

SUMBER http://www.jogjatv.com/jogja-terkini.php?subaction=showfull&id=1219162051&archive=&start_from=&ucat=3&

Lelaki Nigeria cerai 82 isteri

ABUJA: Seorang pemimpin agama Nigeria mempunyai 86 isteri akhirnya akur perintah pihak berkuasa supaya menceraikan 82 daripada pasangannya itu dan cuma kekal dengan empat isteri seperti yang dibenarkan agama Islam.

Jurucakap kepada emir wilayah Bida memberitahu Perbadanan Penyiaran Britain (BBC), Mohammadu Bello Abubakar, 84, bersetuju dengan arahan itu, Sabtu lalu.

Minggu lalu, badan Islam berpengaruh Nigeria, Jamatu Nasril Islam, menjatuhkan hukuman mati ke atas Abubakar tetapi menarik balik keputusannya tetapi mengancam mengusirnya dari rumah.

Terdahulu, Abubakar mencabar sarjana Islam dan berkata tiada hukuman tercatat dalam al-Quran ke atas lelaki memiliki lebih empat isteri.

“Saya tidak melanggar hukuman yang membolehkan saya dihalau. Tiada undang-undang yang menyatakan seseorang lelaki itu tidak boleh berkahwin lebih dari empat.

“Semua isteri saya mempunyai anak dan kami sudah menetap di sini lebih 30 tahun. Bagaimana mereka boleh jangka saya akan meninggalkan rumah dalam masa dua hari,” kata Abubakar kepada akhbar tempatan. � Agensi

TAMU AGUNG TELAH DATANG ( Ramadhan )

Teman-teman serta saudarasaudaraku semua sebangsa dan setanah air , Semoga Allah Memberikan diri kita agar Ramadhan kita kali ini diselimuti oleh keberkahan, kemuliaan, dan ampunan dari Allah SWT

Sungguh Ramadhan merupakan tamu agung yang datang menemui kita umat Islâm. Tamu yang datang membawa limpahan pahala, penggandaan ganjaran, keutamaan-keutamaan ibadah dan sebagainya. Marilah kita sambut kehadirannya dengan hati yang bersih dan dada yang suci. Mudah-mudahan segala yang dibawanya kepada untuk kita benar-benar milik kita yang berguna dan memang kita butuhkan. Amîn!

Ayat 183 dari surat al-Baqarah menjelaskan kepada kita bahwa “takwa kepada Allah” merupakan langkah preventive untuk menghadapi segala macam ketimpangan dan ketidakbenaran langkah manusia dalam lingkungan yang kita sendiri adalah bagian dari lingkuangan tersebut. Bertakwallah kamu kepada Allah di mana pun kamu berada, dan ikutilah kejahatan itu dengan kebaikan niscaya akan menghapuskannya. Dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang mulia (HR. Tirmidzi). Hadits tersebut menjelaskan lebih tegas bahwa takwa dan rasa takut kepada Allah merupakan the instrument of self control bagi setiap pribadi Muslim.
“Setiap orang membuat kesalahan. Itulah sebabnya, pada setiap pensil ada penghapusnya” (Pepatah Jepang)

Kali ini saya ingin menceritakan kepada Anda sebuah kisah penuh hikmah dari sebatang pensil. Dikisahkan, sebuah pensil akan segera dibungkus dan dijual ke pasar. Oleh pembuatnya, pensil itu dinasihati mengenai tugas yang akan diembannya. Maka, beberapa wejangan pun diberikan kepada si pensil. Inilah yang dikatakan oleh si pembuat pensil tersebut kepada pensilnya.

“Wahai pensil, tugasmu yang pertama dan utama adalah membantu orang sehingga memudahkan mereka menulis. Kamu boleh melakukan fungsi apa pun, tapi tugas utamamu adalah sebagai alat penulis. Kalau kamu gagal berfungsi sebagai alat tulis. Macet, rusak, maka tugas utamamu gagal.”

“Kedua, agar dirimu bisa berfungsi dengan sempurna, kamu akan mengalami proses penajaman. Memang meyakitkan, tapi itulah yang akan membuat dirimu menjadi berguna dan berfungsi optimal”.

“Ketiga, yang penting bukanlah yang ada di luar dirimu. Yang penting, yang utama dan yang paling berguna adalah yang ada di dalam dirimu. Itulah yang membuat dirimu berharga dan berguna bagi manusia”.

“Keempat, kamu tidak bisa berfungsi sendirian. Agar bisa berguna dan bermanfaat, maka kamu harus membiarkan dirimu bekerja sama dengan manusia yang menggunakanmu”.

“Kelima. Di saat-saat terakhir, apa yang telah engkau hasilkan itulah yang menunjukkan seberapa hebatnya dirimu yang sesungguhnya. Bukanlah pensil utuh yang dianggap berhasil, melainkan pensil-pensil yang telah membantu menghasilkan karya terbaik, yang berfungsi hingga potongan terpendek. Itulah yang sebenarnya paling mencapai tujuanmu dibuat”.

Sejak itulah, pensil-pensil itu pun masuk ke dalam kotaknya, dibungkus, dikemas, dan dijual ke pasar bagi para manusia yang membutuhkannya.

Teman2, pensil-pensil ini mengingatkan kita mengenai tujuan dan misi kita berada di dunia ini. Sama seperti pensil itu, begitu pulalah diri kita yang berada di dunia ini. Apa pun profesinya, saya yakin kesadaran kita mengenai tujuan dan panggilan hidup kita, akan membuat hidup kita menjadi semakin bermakna.Yang penting, hingga pada akhir kehidupan kita ada karya ataupun hasil berharga yang mampu kita tinggalkan. Tentu saja tidak perlu yang heboh dan spektakuler.

Bukanlah tanpa sebab kita berada dan diciptakan ataupun dilahirkan di dunia ini. Ada sebuah purpose dalam diri kita yang perlu untuk digenapi dan diselesaikan.

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan untuk beribadah kepadaKu” Allah telah bersabda. Maka hanya yang tetap pada jalur tujuan penciptaanlah yang sesungguhnya yang berhasil. Yang paling banyak berguna bagi manusia yang lain lah yang paling berguna.

Di suatu tempat pada suatu waktu

di suatu tempat pada suatu waktu, terbentanglah jalan di depanku, jalan tersebut memiliki berbagai macam rintangan yang berbeda, dan aku masih disini masih dikejar kejar oleh waktu yang selalu mendorongku kedepan dengan kerasnya. seperti dorongan robot yang tidak memiliki perasaan, benar menurutku waktu selama ini tidak berperasaan sama sekali, karena dia terus berjalan tiada henti, meninggalkan apa yang tidak diinginkannya, inilah waktu hidupku sebesar 24 jam sehari, seringkali aku ditinggalkannya tanpa ampun. dia tidak mengerti apa sebenarnya masalah yang menimpa diriku ini, tolong waktu berhentilah sejenak! berhentilah menghentakkan detikmu sebentar saja untuk menungguku menyelesaikan masalah yang makin bertambah ini, namun hal itu mustahil, waktu akan tetap melaksanakan tugasnya yaitu berjalan, waktu tidak mau mendengar keluhan keluhan penyesalan orang yang meninggalkan waktu. waktu mengingingkan dihargai semua orang, waktu menginginkan agar dia dapat digunakan sebagai pemacu. dan juga waktu menjadi penting dikala seseorang sedang berusaha ikhtiar. aku tidak ingin waktuku terbuang!!

tapi aku dinyatakan orang orang disekitar ku kelak menjadi orang yang kuat bagaikan singa sebagai raja yang gagah. dari semuanya yang aku dapat aku terus berusaha mencoba menjadi diriku yang tegar, dengan tidak lupa selalu memanjatkan doa agar dimudahkan jalan diriku dalam meniti kehidupan setapak demi setapak. aku ingin ada seseorang yang setia kepadaku, dan dengan penggabungan itu akan menjadi kekuatan yang tidak terpisahkan selamannya. aku tidak mau aku dìmanfaatkan orang lain, aku tidak mau menjadi orang yang goblok, dan aku tidak mau hanya sebagai anak bawang dalam hidup ini. kelak atau besuk aku harus dapat bisa menjadi diriku sendiri yang kuat. tetapi aku sadar aku sering berbuat dfsa dan lalai, sehingga aku jau pada tuhanku. aku tidak mau terlena dengan gengsi, gemerlapnya dunia dan aku harap dipanggil yang kuasa bila aku terus terusan begini. aku harus punya kekuatan. tetapi aku ternyata masih diberi kekuatan ini untuk hidup tertawa, sedìh, berlari, kegìatan, mungkin saja ada sesuatu yang akan terjadi.

aku sìapakah diriku tidak ada seorang pun yang tahu siapa diriku bahkan aku sendiri juga tidak tahu apakah aku manusia atau bukan, makhltk apakah aku ini, mengapa aku tidak bisa menjadi manusia yang kuat mengapa dia dan dirinya melekat di tubuhku. aku makhluk yang jahat, aku hanyalah kotoran di tengah hiruk pikuk yang tìdak pernah memperiatikan diriku, aku penuh kesombongan dan aku tidak tahu dia datang dari mana, aku masih lemah, dia dan dirinya tidak akan pernah mengerti diriku, semakin lama diriku ini ingin mati, tetapi itu kehendak di atas mungkin aku masih diijinkan hidup di dunia ini karena mungkin itu lebih baik bagi diriku, tetapi aku mohon kepadaMu jika aku mas4 lemah seperti sekarang tolong matikan saja aku, aku takut terlalu banyak berbuat dosa, dan mengecewakan kedua orang tuaku. aku hanya manusia lemah, aku tidak tahu dari mana ketakutan itu datang, mengapa aku demikian, aku mau bercerita tapi tidak ada yang mendengarkan karena kau tidak dalam posisiku. aku takut pada diriku sendiri mengapa demikian , mengapa ada oraog yang takut padaku, mereka tidak melihat diriku sebenarnya. memang inilah dunia yang harus aku jalani. aku tak tahu dimanakah kekuatan itu berada, ya Allah berilah aku kekuatan dan tunjukkanlah jalan yang lurus, jauhkanlah aku dari orang yang hina, aku harap aku dapat menjadi orang yang tidak pendiam selamanya, aku aku mengapa diriku takut ngomong, aku harus kuat, tetapi memang aku orang yang kurang eksis di dunia ini. ini mungkin hukuman bagi orang yang introvert seperti diriku. aku takv terbawa emosi, tetapi mengapa yang aku takutkan itu seolah olah malah mendekap diriku. mengapa aku selalu ditertawakan. dimanakah karisma diriku, dimanakah keberanian itu. dimanakah teman sejati itu. dan dimanakah belahan hati itu. aku hidup dimana terdapat orang orang yang sempurna, aku hidup di tempat keramaian tetapi hatiku semaki hari semakin sepi, aku tau kamv tidak mengerti diriku, aku takut aku tidak akan menjadi diriku , mengapa anak ketiga mengapa anak pertama. aku masih menjadi sandal yang terapung apung di tengah lautan, terombang ambing kesana kemari ,dimanakah kekuatan itu, dimanakah kekuatan yang dapat menggerakkan barang sekecil diriku. semakin lama kuharap hìdup ini semakin indah, aku kekurangan respect sekitar, aku egois, aku takut kamu takut padaku. aku takut diriku nanti berbuat korupsi, dan aku sekarang hanya seonggok daging yang hidup. aku hanya manusia yang lemah . tetapi dari semua kelemahan itu

ya Allah matikanlah aku bila mati itu lebih baik, dan hidupkanlah aku bila hidup itu lebih baik. aku tahu aku memiliki iman yang lemah, aku sering terlarut pada keadaan, aku manusi lemah, oleh karena itu matikan saja bila itu yang terbaik, namun bila aku dipilihkan hidup hidupkanlah diriku ini dengan kekuatan yang baik, dan juga aku memohon kepada Allah jauhkanlah diriku dari orang orang jahat yang memanfaatkan diriku untuk berbuat apa yang tidak Engkau sukai, dan bila hidup ini menjadi pilihan yang harus aku jalani, kuatkanlah diriku ya Allah, aku tidak mau menjadi orang yang pemalu, aku ingin tampil di depan orang dengan berani, tidak penakut dan aku adalah manusia yang luar biasa, aku ingin menjadi manusia yang berani menyampaikan kebenaran, dan takut melakukan perbuatan dosa, namun bila aku tetap menjadi manusia yang cuma sampah, maka matikanlah diriku ya ROb. . . dan juga aku ga maw menjadi manusia yang plin plan, aku juga ingin mencintai seseorang dan dicintai seseorang, aku pengen menjadi diriku sendiri yang kuat, yang luar biasa, pintar, dan kuingin selalu sadar dan tidak menjauhi perintahMu

Curhat dan Makna Hidup

Banyak yang bilang, hidup itu indah. Termasuk saya. Terlepas dari segala tantangan dan kesulitan yang kita hadapi, diberi hidup tetaplah jauh lebih baik dibanding menjadi sebuah bongkahan batu.

Ketika manusia menjalani hidup dan kehidupannya, dia seperti sedang menuliskan sebuah cerita. Cerita yang menggambarkan kemampuan, kelemahan, keberhasilan, dan kegagalannya. Namun, semua ini seperti kehilangan makna apabila si pemilik cerita tersebut tidak mau berbagi dengan orang lain.
Free Image Hosting at allyoucanupload.com

Manusia pada dasarnya mempunyai kebutuhan untuk bercerita dan berbagi dengan manusia lain. Bahkan seorang yang introvert sekalipun, tetap akan mempunyai keinginan untuk bercerita dan mencurahkan isi hatinya.

Bisa mencurahkan isi hati (curhat) memang menyenangkan dan akan membantu mengangkat beban yang ada di hati. Saya pikir, bisa curhat merupakan salah satu karunia Ilahi yang harus kita syukuri.

Kendala yang biasanya dihadapi oleh seseorang yang ingin curhat adalah orang yang menjadi tempat curhatan kita terlalu cepat memberikan nasehat atau mengungkapkan pendapatnya. Saya yakin niatnya adalah baik dan mau membantu, tapi biasanya tidak akan menjadi sebuah solusi bagi si pencurhat.

Curhat memang ada jenis-jenisnya. Paling tidak ada dua, curhat untuk sekedar didengar, dan curhat pribadi.

Curhat untuk sekedar didengar adalah curhat yang memang cukup didengarkan saja. Misalnya ketika orang curhat tentang kekesalannya dengan tukang parkir atau dengan kemacetan karena angkutan umum yang berhenti seenaknya. Curhat-curhat seperti ini tidak perlu disikapi dengan memberi nasehat (kecuali diminta), dan biasanya temanya pun ringan-ringan saja.

Sedangkan curhat pribadi adalah curhat yang tingkat keseriusannya lebih tinggi. Saya bilang lebih tinggi karena curhat jenis ini biasanya sudah dianggap personal dan hanya akan disampaikan kepada orang-orang terdekat dan/atau sudah dipercaya. Ketika ada seseorang yang curhat pribadi kepada kita, inilah saat kita bisa melatih diri untuk menjadi pendengar yang baik.

Free Image Hosting at allyoucanupload.comSemenjak saya remaja, saya suka mendengarkan dan menganalisa cerita-cerita orang di sekeliling saya (bukan curi-curi dengar atau bergosip tentunya). Saya melakukannya ketika sedang berkumpul dengan teman atau keluarga, atau memang dia sedang curhat dengan saya.

Dari cerita-cerita mereka tadi, saya akan bertanya (secara langsung ataupun tidak langsung) mengapa orang ini bersikap begini, apa yang melatar belakanginya, apa yang hendak diraihnya dengan bercerita seperti itu, mengapa dia mengambil keputusan A bukan B, apakah yang saya bisa bantu, dan pelajaran apa yang saya bisa ambil dari ceritanya.

Semua itu saya lakukan bukan karena saya ingin jadi penasehat, tapi secara naluri saya memang tertarik dengan hal-hal kemanusiaan dan kejiwaan. Karena menurut saya di situlah kita bisa mendapatkan makna tentang penciptaan manusia.

Free Image Hosting at allyoucanupload.com

Saya meyakini bahwa semua yang ada di dunia ini punya makna. Semut yang tercipta begitu kecil pasti punya maknanya, matahari yang begitu terang pasti punya makna atas penciptaannya, dan mengapa manusia ingin curhat, pasti juga ada maknanya. Dan dengan begitu saya berharap saya bisa lebih mengerti tentang Allah dan mudah-mudahan bisa lebih bersyukur kepada-Nya.

Tidak mudah memang untuk menemukan tempat curhat yang bisa menenangkan sekaligus memotivasi. Butuh waktu dan melalui proses trial and error.

Namun ketika kita menemukannya, jagalah hubungan baik dengan orang tersebut dan hormatilah privacynya. Karena tentunya kita tidak bisa mengharapkan orang tersebut bisa dijadikan tempat curhat kapanpun kita mau. Sedangkan jika kita yang menjadi tempat curhatan hati, jadilah pendengar yang baik dan jagalah kepercayaan yang telah diberikan olehnya. Tapi perlu diingat juga bahwa kita perlu jujur terhadap diri sendiri akan batasan-batasan yang bisa kita toleransi. Sehingga antara kita dan orang yang curhat kepada kita tetap ada rasa saling menghormati dan menghargai.

TraderDisplay Workstation System

TraderDisplay Workstation System

Paket PC Workstation + 3 Monitor Display sistem

  • Workstation PC support up to 4 Monitor
  • PC system with Windows XP Home Edition
  • Included 3 Monitor Display Sistem 17″
  • Included Multi Monitor software
  • kusumo

    surojoyo

    sapuran

    wonosobo

    TraderDisplay for Notebook

    Use Your Notebook and add 2 Monitor

  • Included 2 Monitor Display Sistem 17″
  • Included 1 External VGA adapter for notebook
  • Included Multi Monitor software

  • Who Are Using Multi Display?

    Bill Gates
    Microsoft Founder, Richest Man
    Al Gore
    Former Vice President of United States
    Professional Trader

    Why Use Multi Display?

    Lebih banyak monitor, berarti lebih produktif.
    Anda tidak percaya? Coba simak pendapat Bill Gates berikut ini:

    “If you look at this office, there isn’t much paper in it. On my desk I have three screens, synchronized to form a single desktop. I can drag items from one screen to the next. Once you have that large display area, you’ll never go back, because it has a direct impact on productivity. ” -How I Work: Bill Gates

    Produktivitas merupakan tolak ukur kinerja anda selama masa waktu tertentu. Dengan menggunakan multi layar, akan menambah produktivitas dengan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk melakukan tugas-tugas mendasar seperti aktivitas browsing sambil edit dokumen, membanding dua sumber informasi, atau menonton streaming video sambil bekerja. Berikut ini merupakan beberapa daftar aktivitas yang akan menjadi lebih mudah bila menggunakan fasilitas multi layar:

    * Mengkopi informasi antar dokumen.
    * Mencari informasi di beberapa search engine.
    * Memantau berbagai program komunikasi secara sekaligus (e-mail, IM, Skype, YM, dll).
    * Membuka e-mail termasuk attachment dan web link secara simultan.
    * Memindahkan sumber informasi ke sebuah spreadsheet.
    * Secara simultan dan realtime melakukan edit dan menampilkan sebuah website, presentatsi, atau gambar.
    * Memantau berbagai information stream secara realtime.
    * Menonton streaming video di sebuah layar sambil bekerja menggunakan layar lainnya.
    * Secara simultan menjalankan berbagai aplikasi seperti Word, Outlook, and Excel.
    * Melakukan video conference dengan dua orang atau lebih.
    * Melihat Chart sekaligus melihat trading platform dan sambil membaca berita online.
    * Chatting dengan teman, menonton video tanpa kehilangan pengawasan terhadap trading kita.
    * Melihat berbagai macam chart, compare index sekaligus, sehingga mendapatkan perbandingan secara keseluruhan.

    PEMANASAN GLOBAL

    PEMANASAN GLOBAL


    by Kusumo

    Sekarang ini banyak pihak yang mengangkat isu tentang pemanasan global yang menjadi ancaman seluruh dunia. Mengapa seluruh dunia, mengapa tidak USA saja, atau Asutralia maupun Uni Eropa? Jawabannya sederhana, karena kita hidup di satu dunia, maka kita terimbas oleh ancaman yang sama.

    Pemanasan global (global warming) sesungguhnya adalah peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi akibat peningkatan jumlah emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di atmosfer sehingga kemampuan atmoser untuk menyerap carbon dan menolak radiasi matahari jauh berkurang.

    Pemanasan global ini selalu diikuti oleh perubahan iklim seperti anomaly curah hujan di beberapa belahan dunia (termasuk Indonesia) sehingga menimbulkan panas yang ekstrem maupun banjir besar. Sedang di belahan daerah lain mengalami musim kering berkepanjangan dan salju di daerah tundra maupun kutub mencair akibat kenaikkan suhu.

    Selama ini diketahui bahwa temperatur bumi telah stabil untuk waktu yang lama. Ilmuwan mempercayai keadaan itu merupakan efek dari rumah kaca. Efek rumah kaca adalah proses alami dimana gas atmosfir terperangkap pemanasan matahari yang dipantulkan oleh bumi dan memanaskan planet bumi. Tanpa proses ini planet akan menjadi dingin. Efek rumah kacalah yang merangsang kehidupan.
    Tapi proses ini berlangsung pada kondisi yang memungkinkan. Hipotesis Gaia (dewi bumi) yang menyatakan keterkaitan adanya mahluk hidup dengan kemampuan bumi untuk meberi dukungan pada mahluk hidup di dalamnya.

    Pada kondisi kdar GRK yang terus meningkat yang menyebabkan suhu bumi makin tinggi, ada beberapaperubahan kataklastik yang akan terjadi seperti:

    1. Daerah kutub mencair: Mencairnya daerah kutub akan menyebabkan kenaikan permukaan air laut. Beberapa pulau akan tenggelam, pulau luar di Indonesia atau mungkin negara kepulauan Fiji dan Melanesia akan tenggelam oleh naikmya muka air laut. Berikut pantainya yang merupakan tempat berkembang biaknya burung, hewan-hewan laut dan ikan, juga mengakibatkan hilangnya nutrisi makanan. Erosi pantai akan berlangsung terus-menerus, efek yang terjadi pada ekosistem lainnya adalah pada terumbu karang, hutan manggrove, tundra arctic dan penurunan daerah kutub dan lautan.
    2. Perubahan curah hujan: Meningkatnya panas dapat mengakibatkan penguapan kelembaban udara, pada beberapa daerah akan terjadi curah hujan yang tinggi dan banjir, sementara yang lainnya terjadi kekeringan. Beberapa danau dan sungai akan kering, beberapa hewan akan kesulitan berkembang biak dan pertumbuhan tanaman akan terganggu.
    3. Cuaca yang tak menentu: Pada perubahan cuaca pola cuaca dapat lebih tidak menentu dan tidak dapat diprediksikan.
    4. Peningkatan hama: Hama dapat bermigrasi pada perbedaan temperatur tertentu, mewabah atau merusak tumbuh-tumbuhan dan hewan-hewan yang tadinya tidak dapat menyesuaikan atau bermigrasi untuk bertahan pada perubahan. Kehilangan keaneka ragaman hayati akan menyebabkan melemahnya ekosistem alami.

    Beberapa sebab yang diyakini sebagai proses trigger pemanasan global hampir seluruhnya adalah hasil aktivitas manusia (antrophogenik) seperti:

    Gas rumah kaca: Manusia menambah terjadinya efek rumah kaca ke atmosfir (karbon dioksida, CFC (Chloroflourocarbon), halon, methana, nitogen oksida).
    Kerusakan hutan: Pepohonan menangkap karbon. Jadi rusaknya pepohonan akan menyebabkan banyaknya karbon dioksida yang dilepaskan dan mengakibatkan efek gas rumah kaca. Pepohonan juga mengambil karbon dioksida untuk proses fotosintesis ketika banyak pepohonan dirusak, maka sedikit karbon dioksida diambil dari atmosfir.
    Kenaikan temperatur: Temperatur bumi telah mengalami kenaikan 1oF selam kurun waktu 100 tahun yang lalu.

    Catatan temperatur tahunan: Dua dekade terakhir telah tercatat tujuh tahun terpanas.

    Ada banyak variabel alamiah yang bertaut dengan timbulnya efek rumah kaca. Pada komponen alam ini, aktivitas alami menjadi terganggu danmenimbulkan siklus baru yang menjadi prmicu efek rumah kaca:

    • Awan : Awan dapat memantulkan sinar matahari selama sehari dan menahannya pada malam hari di bumi. Beberapa imuwan meneliti kenaikan gumpalan awan pada penguapan disebabkan oleh partikel-partikel polusi cair atau padat di udara. Namun efek tersebut juga dipengaruhi oleh ketinggian, ukuran dan kandungan kelembaban.
    • Penipisan ozon: Penipisan ozon menghancurkan phytoplankton denga pengurangan karbon. Kekurangan phytoplankton akan menyebabkan kekurangan karbondioksida yang musnah di udara, dan dengan demikian banyak gas rumah kaca dan kenaikan suhu panas. Ozon juga dapat menjebak panas – penipisan ozon menyebabkan panas yang ditangkap semakin sedikit dan mungkin menganggu proses pendinginan sehingga efek pada ozon pada pemanasan global tidak jelas.
    • Partikulat: Bahan bakar fosil yang dibakar menghasilkan partikel-partikel di udara, yang memantulkan panas dari matahari. Pada bulan Juni 1991, erupsi dari gunung api Pinatubo mengamburkan sejumlah partikel massive, yang dipercaya berpengaruh terhadap pendinginan suhu bumi. Hal tersebut juga menaikkan reaksi penghancuran ozon antara chlorine dan ozon.
    • Putaran arus balik: Putaran arus balik merupakan efek dari pemanasan global yang dapat berubah menjadi percepatan pemanasan global. Untuk contohnya adalah sebagai suatu hasil dari kenaikan panas:
    1. Pembusukan tumbuhan mungkin akan lebih cepat untuk melepaskan karbon.
    2. Pepohonan mungkin akan banyak tumbuh didaerah kutub (hutan dapat berpindah ke Utara sejauh 125 mil) dan menyerap lebih banyak panas dan mempertinggi temperatur kedepan.
    3. Samudra mungkin menghangat dengan demikian menyerap sedikit karbondioksida (gas rumah kaca yang utama) dan bahkan melepaskan karbondioksida.
    4. Kenaikan temperatur melepaskan gas methana dari sedimen laut yang membeku merupakan tambahan dari efek rumah kaca.
    5. Pelelehan salju dan es di kutub akan menampakkan permukaan bumi menjadi gelap (kotor) menjadi bertambahnya panas dan dengan demikian akan meyebabkan pemanasan.
    6. Bertambahnya air akan mengakibatkan terjadinya penguapan dari laut (penguapan air yang disebabkan oleh efek rumah kaca) dengan demikian akan membantu penambahan panas di atmosfir.

    Melawan Global Warming, Menjaga Kedaulatan

    Pemanasan global atau yang populer dengan istilah Global Warming (GW) menjadi salah satu isu paling hangat di seluruh dunia belakangan ini. Konferensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Perubahan Iklim atau UNFCCC yang dilangsungkan di Bali akhir tahun lalu merupakan salah satu bukti keseriusan isu ini. Konferensi yang berlangsung selama hampir dua minggu tersebut berhasil menyepakati Bali Roadmap yang akan mengantarkan Planet Bumi untuk menghadapi dan terutama melawan GW.

    GW memiliki dampak yang sangat luas. Tentu tidak cukup tempat untuk membahas semuanya dalam tulisan ini, karenanya saya akan memfokuskan pada satu masalah saja. Bagaimana dampak GW terhadap kedaulatan, teruma ketika dikaitkan dengan peningkatan tinggi muka laut yang memengaruhi kondisi pulau-pulau, yurisdiksi wilayah maritim dan batas maritim suatu negara pantai dengan negara tetangganya?

    Memahami Kepulauan Indonesia dan Batas Maritimnya
    Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki lebih dari 17 ribu pulau dan berbatasan dengan sepuluh negara tetangga yaitu India, Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam, Filipina, Palau, Papua Nugini, Australia dan Timor Leste. Dengan kesepuluh negara tersebut, Indonesia berbatasan maritim dan sekaligus berbatasan darat dengan tiga diantaranya yaitu Malaysia (di Kalimantan), Papua Nugini dan Timor Leste seperti terlihat pada Gambar 1.

    Gambar 1 Indonesia dan sepuluh negara tetangga

    Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki banyak pulau kecil. Menurut Undang-undang No. 27/2007, ada 92 pulau kecil yang menjadi bagian dari Kepulauan Indonesia. Bagi Indonesia, pulau-pulau kecil, terutama yang berlokasi di pinggir kepulauan (pulau terluar) memiliki nilai strategis. Pada pulau-pulau terluar inilah ditempatkan titik-titik pangkal yang membentuk garis pangkal kepulauan. Garis pangkal ini melingkupi seluruh Kepulauan Indonesia dan merupakan acuan untuk mengukur lebar wilayah maritim Indonesia (lihat Gambar 2), baik itu laut teritorial (12 mil laut dari garis pangkal), zona tambahan (24 mil laut), zona ekonomi eksklusif (200 mil laut) dan landas kontinen (hingga 350 mil laut atau lebih). Garis pangkal ini juga menjadi referensi dalam menentukan garis batas maritim dengan negara tetangga jika terjadi sengketa atau tumpang tindih klaim.

    Gambar 2 Garis pangkal dan batas terluar zone maritim

    GW dan Tenggelamnya Pulau-pulau
    Berbagai pihak telah memublikasikan temuannya terkait meningkatnya suhu Bumi yang menyebabkan meningkatnya tingi muka laut. Data yang dilansir PBB dalam website resmi perubahan iklim menyatakan bahwa selama abad 20, peningkatan suhu global mencapai 0,74°C. Jika konsentrasi karbon dioksida tetap pada angka 550 ppm (parts per million) maka peningkatan suhu bisa mencapai 2 – 4,5°C, dengan perkiraan terbaik sebesar 3°C. Dengan kata lain, jika penurunan emisi karbon dioksida tidak dilakukan dengan sungguh-sungguh maka peningkatan suhu yang drastis tidak bisa dihindarkan.

    Fenomena lain yang teramati sebagai dampak pemanasan global adalah mencairnya es di kutub. Telah terbukti bahwa tutupan es di Antartika (Kutub Selatan) dan Greenland (Kutub Utara) berkurang massanya akibat pelelehan. Hal ini meningkatkan tinggi muka laut yang mencapai 17 cm selama abad 20. Dengan kondisi yang ada sekarang, dapat diperkirakan bahwa peningkatan tinggi muka laut di akhir abad ke-21 dapat mencapai angka 28-58 cm.

    Salah satu akibat meningkatnya tinggi muka laut adalah tenggelamnya pulau-pulau kecil atau dataran rendah. Kawasan di Kepulauan Pasifik adalah yang selama ini diduga akan terkena dampak GW paling awal. Kiribati, misalnya, adalah salah satu negara kecil di kawasan Pasifik yang merasakan kekhawatiran tersebut. Presidennya, Anote Tong, mengungkapkan dalam Forum Tahunan Pacific Selatan di Fiji (2006) bahwa dengan tenggelamnya pulau-pulau dalam kurun waktu sepuluh tahun ke depan, merea harus segera mencari tempat untuk mengungsi.

    Negara di kawasan Pasifik yang juga rawan kena dampak GW adalah Vanuatu, Marshall Islands, Tuvalu, dan sebagian Papua Nugini. Satu desa di Pulau Tegua, Vanuatu, misalnya, dipaksa untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi akibat banjir karena meningkatnya tinggi gelombang laut. Sebagai konsekuensi terjadinya pengungsian, Australia dan Selandia Baru diperkirakan akan menjadi tujuan pengungsi utama mengingat lokasinya paling dekat dengan negara-negara kecil di kawasan Pasifik.

    Sementara itu, di Indonesia berkembang berita yang lebih dramatis. Indonesia diperkirakan akan kehilangan 2.000 pulau pada tahun 2030 akibat GW. Kabar ini sesungguhnya tidak bisa dipercaya begiu saja karena beredar lewat media informal dan tidak dikeluarkan oleh institusi resmi. Meski demikian, salah satu pernyatan formal diungkapkan oleh Kepala BMG Yogyakarta, Jaya Murjaya dalam Seminar Nasional Geografi di Universitas Negeri Yogyakarta bulan Mei 2007. Ketika dikonfirmasi secara personal, Murjaya mengungkapkan bahwa pernyataan itu juga dikutip dari berbagai sumber. Dengan kata lain, ini bukan hasil kajian Murjaya maupun BMG. Murjaya juga mengungkapkan prediksi peningkatan tinggi muka laut dapat mencapai 29 cm tahun 2030. Idealnya, kesimpulan tenggelamnya pulau ini harus didukung data yang menyatakan bahwa terdapat 2.000 pulau di Indonesia yang berketinggian kurang dari 29 cm di atas permukaan laut saat pasang tertinggi. Pernyataan ini tentunya memerlukan penelitian dan diskusi lebih lanjut.

    Meskipun jumlah pulau Indonesia yang akan tenggelam akibat GW tidak bisa diprediksi dengan mudah, kenyataan bahwa tinggi muka laut terus meningkat memang dapat mengakibatkan hilangnya pulau. Hilangnya pulau kecil terluar akan mengubah garis pangkal yang akhirnya memengaruhi status dan luas wilayah maritim Indonesia (lihat Gambar 2). Ini adalah persoalan serius yang merupakan ancaman atas kedaulatan (sovereignty, terkait hilangnya pulau) dan hak berdaulat (sovereign rights, terkait wilayah maritim).

    Perlu Khawatir atau Tidak?
    Meskipun segala berita tentang GW terkait peningkatan tinggi muka laut dan hilangnya perlu diperhatikan, kehati-hatian tetap diperlukan untuk menghindari salah pengertian. Salah satu hal yang harus diperhatikan adalah definisi pulau menurut Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS). Pada pasal 121 UNCLOS, dinyatakan bahwa sebuah pulau harus terbentuk secara alami, dikelilingi oleh air dan berada di atas permukaan laut ketika pasang tertinggi. Syarat terakhir terkait dengan disiplin geodesi. Hal ini mengindikasikan bahwa pulau harus selalu berada di atas permukaan laut, apapun yang terjadi, berapapun tinggi permukaan lautnya. Artinya, dalam mendefinisikan pulau atau sebelum menyatakan pulau hilang, harus ada pemahaman pasang surut laut (pasut) secara seksama.

    Pemantauan pulau dengan teknologi penginderaan jauh melalui interpretasi citra satelit, misalnya, memiliki risiko yang harus dipahami dengan baik. Salah satu risikonya adalah penggunaan citra yang direkam pada saat air surut terendah. Akibatnya, sangat mungkin ada obyek geografi di tengah laut yang terlihat pada citra satelit seperti pulau, padahal obyek geografi tersebut bisa saja tenggelam ketika air pasang tertinggi. Obyek semacam ini tidak bisa dikatakan pulau. Kurangnya pemahaman akan hal ini dapat mengakibatkan kesalahan dalam mencermati fenomena naiknya tinggi muka laut dan tenggelamnya pulau.

    Hal lain sehubungan dengan dampak GW adalah batas maritim dengan negara tetangga. Perubahan tinggi muka laut memang dapat mengubah konfigurasi garis pantai yang pada akhirnya mengubah garis pangkal. Perubahan garis pangkal dapat mengakibatkan perubahan klaim maritim tetapi TIDAK akan berpengaruh pada garis batas maritim yang SUDAH ditetapkan dalam traktat (perjanjian). Hal ini sesuai dengan ketentuan Vienna Convention on the Law of Treaties 1969, yang mengecualikan traktat batas [maritim] dalam hal perubahan/pembatalan. Ketentuan lain yang mendukug hal ini adalah Vienna Convention on Succession of States in Respect of Treaties 1978.

    Di Selat Malaka, misalnya, Indonesia sudah menyepakati batas dasar laut dengan Malaysia. Garis batas ini tidak akan terpengaruh oleh perubahan garis pantai/garis pangkal akibat GW. Meski demikian, perubahan garis pangkal semacam ini tentu saja dapat memengaruhi penentuan garis batas maritim yang belum disepakati, seperti penetapan batas zona ekonomi eksklusif di Selat Malaka. Sederhananya, perubahan garis pangkal dapat berpengaruh pada garis batas yang akan disepakati di masa depan, tetapi tidak berpengaruh pada garis batas yang sudah ada saat ini.

    Bagaimana Melawan GW?
    Ada banyak sekali alasan untuk melawan GW, walaupun jelas tidaklah mudah. Dalam konteks negara kepulauan seperti Indonesia, menjaga kedaulatan adalah salah satu alasannya. Pertanyaan selanjutnya, bagaimana melawan GW? Bisakah fenomena global yang menyangkut kehidupan seluruh Planet Bumi ini dipengaruhi atau diperbaiki oleh tindakan individu? Memang harus diakui bahwa perubahan di tingkat penggunaan energi dunia adalah kunci dalam melawan GW. Sayangnya hal ini tidak berada di tangan orang kebanyakan melainkan pada kekuatan sekelompok elit di dunia.

    Yang bisa saya dan Anda lakukan adalah berbuat hal kecil yang nyata. Saya teringat puisi Taufik Ismail yang pernah dikirimkan seorang kawan. Memang ada kalanya kita tidak bisa menjadi beringin. Setidaknya kita bisa menjadi belukar yang tumbuh di tepi danau atau bahkan rumput, tetapi rumput yang menguatkan tanggul jalan. Meski tidak bisa seperti Andrew Shepherd di film The American President yang dengan lantang mengatakan bahwa Gedung Putih akan mengirim Resolusi 455 kepada Kongres yang mensyaratkan pengurangan 20% emisi minyak fosil dalam 10 tahun, setidaknya saya bisa menolak tas plastik ketika membeli sebuah buku. Tindakan sederhana ini tidak akan serta merta menghentikan GW, tetapi seperti kata Dewi Lestari, dia bisa saja menjadi bola salju yang semakin besar dan memberi pengaruh melebihi yang pernah saya dan Anda bayangkan. Apa yang sudah Anda lakukan untuk melawan GW hari ini?

    Lima Kiat Praktis Menghadapi Persoalan Hidup

    Penulis: KH Abdullah Gymnastiar

    Suatu hal yang pasti tidak akan luput dari keseharian kita adalah yang disebut masalah atau persoalan hidup, dimanapun, kapanpun, apapun dan dengan siapapun, semuanya adalah potensi masalah. Namun andaikata kita cermati dengan seksama ternyata dengan persoalan yang persis sama, sikap orangpun berbeda-beda, ada yang begitu panik, goyah, kalut, stress tapi ada pula yang menghadapinya dengan begitu mantap, tenang atau bahkan malah menikmatinya.

    Berarti masalah atau persoalan yang sesungguhnya bukan terletak pada persoalannya melainkan pada sikap terhadap persoalan tersebut. Oleh karena itu siapapun yang ingin menikmati hidup ini dengan baik, benar, indah dan bahagia adalah mutlak harus terus-menerus meningkatkan ilmu dan keterampilan dirinya dalam menghadapi aneka persoalan yang pasti akan terus meningkat kuantitas dan kualitasnya seiring dengan pertambahan umur, tuntutan, harapan, kebutuhan, cita-cita dan tanggung jawab.

    Kelalaian kita dalam menyadari pentingnya bersungguh-sungguh mencari ilmu tentang cara menghadapi hidup ini dan kemalasan kita dalam melatih dan mengevaluasi ketrampilan kita dalam menghadapi persoalan hidup berarti akan membuat hidup ini hanya perpindahan kesengsaraan, penderitaan, kepahitan dan tentu saja kehinaan yang bertubi-tubi. Na’udzubillah.

    1. Siap

    Siap apa? Siap menghadapi yang cocok dengan yang diinginkan dan siap menghadapi yang tidak cocok dengan keiinginan.

    Kita memang diharuskan memiliki keiinginan, cita-cita, rencana yang benar dan wajar dalam hidup ini, bahkan kita sangat dianjurkan untuk gigih berikhtiar mencapai apapun yang terbaik bagi dunia akhirat, semaksimal kemampuan yang Allah Swt berikan kepada kita.

    Namun bersamaan dengan itu kitapun harus sadar-sesadarnya bahwa kita hanyalah makhluk yang memiliki sangat banyak keterbatasan untuk mengetahui segala hal yang tidak terjangkau oleh daya nalar dan kemampuan kita.

    Dan pula dalam hidup ini ternyata sering sekali atau bahkan lebih sering terjadi sesuatu yang tidak terjangkau oleh kita, yang di luar dugaan dan di luar kemampuan kita untuk mencegahnya, andaikata kita selalu terbenam tindakan yang salah dalam mensikapinya maka betapa terbayangkan hari-hari akan berlalu penuh kekecewaaan, penyesalan, keluh kesah, kedongkolan, hati yang galau, sungguh rugi padahal hidup ini hanya satu kali dan kejadian yang tak didugapun pasti akan terjadi lagi.

    Ketahuilah kita punya rencana, Allah Swt pun punya rencana, dan yang pasti terjadi adalah apa yang menjadi rencana Allah Swt.

    Yang lebih lucu serta menarik, yaitu kita sering marah dan kecewa dengan suatu kejadian namun setelah waktu berlalu ternyata “kejadian” tersebut begitu menguntungkan dan membawa hikmah yang sangat besar dan sangat bermanfaat, jauh lebih baik dari apa yang diharapkan sebelumnya.

    Alkisah ada dua orang kakak beradik penjual tape, yang berangkat dari rumahnya di sebuah dusun pada pagi hari seusai shalat shubuh, di tengah pematang sawah tiba-tiba pikulan sang kakak berderak patah, pikulan di sebelah kiri masuk ke sawah dan yang di sebelah kanan masuk ke kolam. Betapa kaget, sedih, kesal dan merasa sangat sial, jualan belum, untung belum bahkan modalpun habis terbenam, dengan penuh kemurungan mereka kembali ke rumah. Tapi dua jam kemudian datang berita yang mengejutkan, ternyata kendaraan yang biasa ditumpangi para pedagang tape terkena musibah sehingga seluruh penumpangnya cedera bahkan diantaranya ada yang cedera berat, satu-satunya diantara kelompok pedagang yang senantiasa menggunakan angkutan tersebut yang selamat hanyala dirinya, yang tidak jadi berjualan karena pikulannya patah. Subhanalloh, dua jam sebelumnya patah pikulan dianggap kesialan besar, dua jam kemudian patah pikulan dianggap keberuntungan luar biasa.

    Oleh karena itu “fa idzaa azamta fa tawaqqal alalloh” bulatkan tekad, sempurnakan ikhtiar namun hati harus tetap menyerahkan segala keputusan dan kejadian terbaik kepada Allah Swt. Dan siapkan mental kita untuk menerima apapun yang terbaik menurut ilmu Allah Swt.

    Allah Swt, berfirman dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 216, “Boleh jadi engkau tidak menyukai sesuatu padahal bagi Allah Swt lebih baik bagimu, dan boleh jadi engkau menyukai sesuatu padahal buruk dalam pandangan Allah Swt.”

    Maka jikalau dilamar seseorang, bersiaplah untuk menikah dan bersiap pula kalau tidak jadi nikah, karena yang melamar kita belumlah tentu jodoh terbaik seperti yang senantiasa diminta oleh dirinya maupun orang tuanya. Kalau mau mengikuti Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri, berjuanglah sungguh-sungguh untuk diterima di tempat yang dicita-citakan, namun siapkan pula diri ini andaikata Allah Yang MahaTahu bakat, karakter dan kemampuan kita sebenarnya akan menempatkan di tempat yang lebih cocok, walaupun tidak sesuai dengan rencana sebelumnya.

    Melamar kerja, lamarlah dengan penuh kesungguhan, namun hati harus siap andaikata Allah Swt, tidak mengijinkan karena Allah Swt, tahu tempat jalan rizki yang lebih berkah.

    Berbisnis ria, jadilah seorang profesional yang handal, namun ingat bahwa keuntungan yang besar yang kita rindukan belumlah tentu membawa maslahat bagi dunia akhirat kita, maka bersiaplah menerima untung terbaik menurut perhitungan Allah Swt. Demikianlah dalam segala urusan apapun yang kita hadapi.

    2.Ridha

    Siap menghadapi apa pun yang akan terjadi, dan bila terjadi, satu-satunya langkah awal yang harus dilakukan adalah mengolah hati kita agar ridha/rela akan kenyataan yang ada. Mengapa demikian? Karena walaupun dongkol, uring-uringan dan kecewa berat, tetap saja kenyataan itu sudah terjadi. Pendek kata, ridha atau tidak, kejadian itu tetap sudah terjadi. Maka, lebih baik hati kita ridha saja menerimanya.

    Misalnya, kita memasak nasi, tetapi gagal dan malah menjadi bubur. Andaikata kita muntahkan kemarahan, tetap saja nasi telah menjadi bubur, dan tidak marah pun tetap bubur. Maka, daripada marah menzalimi orang lain dan memikirkan sesuatu yang membuat hati mendidih, lebih baik pikiran dan tubuh kita disibukkan pada hal yang lain, seperti mencari bawang goreng, ayam, cakweh, seledri, keripik, dan kecap supaya bubur tersebut bisa dibuat bubur ayam spesial. Dengan demikian, selain perasaan kita tidak jadi sengsara, nasi yang gagal pun tetap bisa dinikmati dengan lezat.

    Kalau kita sedang jalan-jalan, tiba-tiba ada batu kecil nyasar entah dari mana dan mendarat tepat di kening kita, hati kita harus ridha, karena tidak ridha pun tetap benjol. Tentu saja, ridha atau rela terhadap suatu kejadian bukan berarti pasrah total sehingga tidak bertindak apa pun. Itu adalah pengertian yang keliru. Pasrah/ridha hanya amalan, hati kita menerima kenyataan yang ada, tetapi pikiran dan tubuh wajib ikhtiar untuk memperbaiki kenyataan dengan cara yang diridhai Allah Swt. Kondisi hati yang tenang atau ridha ini sangat membantu proses ikhtiar menjadi positif, optimal, dan bermutu.

    Orang yang stress adalah orang yang tidak memiliki kesiapan mental untuk menerima kenyataan yang ada. Selalu saja pikirannya tidak realistis, tidak sesuai dengan kenyataan, sibuk menyesali dan mengandai – andai sesuatu yang sudah tidak ada atau tidak mungkin terjadi. Sungguh suatu kesengsaraan yang dibuat sendiri.

    Misalkan tanah warisan telah dijual tahun yang lalu dan saat ini ternyata harga tanah tersebut melonjak berlipat ganda. Orang-orang yang malang selalu saja menyesali mengapa dahulu tergesa-gesa menjual tanah. Kalau saja mau ditangguhkan, niscaya akan lebih beruntung. Biasanya, hal ini dilanjutkan dengan bertengkar saling menyalahkan sehingga semakin lengkap saja penderitaan dan kerugian karena memikirkan tanah yang nyata-nyata telah menjadi milik orang lain.

    Yang berbadan pendek, sibuk menyesali diri mengapa tidak jangkung. Setiap melihat tubuhnya ia kecewa, apalagi melihat yang lebih tinggi dari dirinya. Sayangnya, penyesalan ini tidak menambah satu senti pun jua. Yang memiliki orang tua kurang mampu atau telah bercerai, atau sudah meninggal sibuk menyalahkan dan menyesali keadaan, bahkan terkadang menjadi tidak mengenal sopan santun kepada keduanya, mempersatukan, atau menghidupkannya kembali. Sungguh banyak sekali kita temukan kesalahan berpikir, yang tidak menambah apa pun selain menyengsarakan diri.

    Ketahuilah, hidup ini terdiri dari berbagai episode yang tidak monoton. Ini adalah kenyataan hidup, kenanglah perjalanan hidup kita yang telah lalu dan kita harus benar-benar arif menyikapi setiap episode dengan lapang dada, kepala dingin, dan hati yang ikhlas. Jangan selimuti diri dengan keluh kesah karena semua itu tidak menyelesaikan masalah, bahkan bisa jadi memperparah masalah.

    Dengan demikian, hati harus ridha menerima apa pun kenyataan yang terjadi sambil ikhtiar memperbaiki kenyataan pada jalan yang diridhai Allah swt. *** (bersambung, bagian 1 dari 2 tulisan)

    Lima Kiat Praktis Menghadapi Persoalan Hidup (2)

    Penulis: KH Abdullah Gymnastiar

    3. Jangan Mempersulit Diri

    Andaikata kita mau jujur, sesungguhnya kita ini paling hobi mengarang, mendramatisasi, dan mempersulit diri. Sebagian besar penderitaan kita adalah hasil dramatisasi perasaan dan pikiran sendiri. Selain tidak pada tempatnya, pasti ia juga membuat masalah akan menjadi lebih besar, lebih seram, lebih dahsyat, lebih pahit, lebih gawat, lebih pilu daripada kenyataan yang aslinya, Tentu pada akhirnya kita akan merasa jauh lebih nelangsa, lebih repot di dalam menghadapinya/mengatasinya.

    Orang yang menghadapi masa pensiun, terkadang jauh sebelumnya sudah merasa sengsara. Terbayang di benaknya saat gaji yang kecil, yang pasti tidak akan mencukupi kebutuhannya. Padahal, saat masih bekerja pun gajinya sudah pas-pasan. Ditambah lagi kebutuhan anak-anak yang kian membengkak, anggaran rumah tangga plus listrik, air, cicilan rumah yang belum lunas dan utang yang belum terbayar. Belum lagi sakit, tak ada anggaran untuk pengobatan, sementara umur makin menua, fisik kian melemah, semakin panjang derita kita buat, semakin panik menghadapi pensiun. Tentu saja sangat boleh kita memperkirakan kenyataan yang akan terjadi, namun seharusnya terkendali dengan baik. Jangan sampai perkiraan itu membuat kita putus asa dan sengsara sebelum waktunya.

    Begitu banyak orang yang sudah pensiun ternyata tidak segawat yang diperkirakan atau bahkan jauh lebih tercukupi dan berbahagia daripada sebelumnya. Apakah Allah SWT. yang Mahakaya akan menjadi kikir terhadap para pensiunan, atau terhadap kakek-kakek dan nenek-nenek? Padahal, pensiun hanyalah salah satu episode hidup yang harus dijalani, yang tidak mempengaruhi janji dan kasih sayang Allah.

    Maka, di dalam menghadapi persoalan apa pun jangan hanyut tenggelam dalam pikiran yang salah. Kita harus tenang, menguasai diri seraya merenungkan janji dan jaminan pertolongan Allah Swt. Bukankah kita sudah sering melalui masa-masa yang sangat sulit dan ternyata pada akhirnya bisa lolos?

    Yakinlah bahwa Allah yang Mahatahu segalanya pasti telah mengukur ujian yang menimpa kita sesuai dengan dosis yang tepat dengan keadaan dan kemampuan kita. “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu pasti ada kemudahan, dan sesudah kesulitan itu pasti ada kemudahan” (QS Al-Insyirah [94]:5-6). Sampai dua kali Allah Swt menegaskan janji-Nya. Tidak mungkin dalam hidup ini terus menerus mendapatkan kesulitan karena dunia bukanlah neraka. Demikian juga tidak mungkin dalam hidup ini terus menerus memperoleh kelapangan dan kemudahan karena dunia bukanlah surga. Segalanya pasti akan ada akhirnya dan dipergilirkan dengan keadilan Allah Swt.

    4. Evaluasi Diri

    Ketahuilah, hidup ini bagaikan gaung di pegunungan: apa yang kita bunyikan, suara itu pulalah yang akan kembali kepada kita. Artinya, segala yang terjadi pada kita adalah buah dari apa yang kita lakukan. “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat balasannya pula” (QS Al-ZalZalah [99]: 7-8)

    Allah Swt Maha Peka terhadap apapun yang kita lakukan. Dengan keadilan-Nya tidak akan ada yang meleset, siapa pun yang berbuat, sekecil dan setersembunyi apapun kebaikan, niscaya Allah Swt, akan membalas berlipat ganda dengan aneka bentuk yang terbaik menurut-Nya. Sebaliknya, kezaliman sehalus apapun yang kita lakukan yang tampaknya seperti menzalimi orang lain, padahal sesungguhnya menzalimi diri sendiri, akan mengundang bencana balasan dari Allah Swt, yang pasti lebih getir dan gawat. Naudzubillah.

    Andaikata ada batu yang menghantam kening kita, selain hati harus ridha, kita pun harus merenung, mengapa Allah menimpakan batu ini tepat ke kening kita, padahal lapangan begitu luas dan kepala ini begitu kecil? Bisa jadi semua ini adalah peringatan bahwa kita sangat sering lalai bersujud, atau sujud kita lalai dari mengingat-Nya. Allah tidak menciptakan sesuatu dengan sia-sia, pasti segalanya ada hikmahnya.

    Dompet hilang? Mengapa dari satu bus, hanya kita yang ditakdirkan hilang dompet? Jangan sibuk menyalahkan pencopet karena memang sudah jelas ia salah dan memang begitu pekerjaannya. Renungkankah: boleh jadi kita ini termasuk si kikir, si pelit, dan Allah Mahatahu jumlah zakat dan sedekah yang dikeluarkan. Tidak ada kesulitan bagi-Nya untuk mengambil apapun yang dititipkan kepada hamba-hamba-Nya.

    Anak nakal, suami kurang betah di rumah dan kurang mesra, rezeki seret dan sulit, bibir sariawan terus menerus, atau apa saja kejadian yang menimpa dan dalam bentuk apapun adalah sarana yang paling tepat untuk mengevaluasi segala yang terjadi. Pasti ada hikmah tersendiri yang sangat bermanfaat, andaikata kita mau bersungguh-sungguh merenunginya dengan benar.

    Jangan terjebak pada sikap yang hanya menyalahkan orang lain karena tindakan emosional seperti ini hanya sedikit sekali memberi nilai tambah bagi kepribadian kita. Bahkan, apabila tidak tepat dan berlebihan, akan menimbulkan kebencian dan masalah baru.

    Ketahuilah dengan sungguh-sungguh, dengan mengubah diri, berarti pula kita mengubah orang lain. Camkan bahwa orang lain tidak hanya punya telinga, tetapi mereka pun memiliki mata, perasaan, pikiran yang dapat menilai siapa diri kita yang sebenarnya.

    Jadikanlah setiap masalah sebagai sarana efektif untuk mengevaluasi dan memperbaiki diri karena hal itulah yang menjadi keuntungan bagi diri dan dapat mengundang pertolongan Allah Swt.

    5. Hanya Allah-lah Satu satunya Penolong

    Sesungguhnya tidak akan terjadi sesuatu kecuali dengan izin Allah Swt. Baik berupa musibah maupun nikmat. Walaupun bergabung jin dan manusia seluruhnya untuk mencelakakan kita, demi Allah tidak akan jatuh satu helai rambut pun tanpa izin-Nya. Begitu pun sebaliknya, walaupun bergabung jin dan manusia menjanjikan akan menolong atau memberi sesuatu, tidak pernah akan datang satu sen pun tanpa izin-Nya.

    Mati-matian kita ikhtiar dan meminta bantuan siapapun, tanpa izin-Nya tak akan pernah terjadi yang kita harapkan. Maka, sebodoh-bodoh kita adalah orang yang paling berharap dan takut kepada selain Allah Swt. Itulah biang kesengsaraan dan biang menjauhnya pertolongan Allah Swt.

    Ketahuilah, makhluk itu “La haula wala quwata illa billahil’ aliyyil ‘ azhim” tiada daya dan tiada upaya kecuali pertolongan Allah Yang MahaAgung. Asal kita hanyalah dari setetes sperma, ujungnya jadi bangkai, ke mana-mana membawa kotoran.

    Allah menjanjikan dalam Surah Al-Thalaq ayat 2 dan 3, “Barang siapa yang bersungguh-sungguh mendekati Allah (bertaqwa), niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar bagi setiap urusannya, dan akan diberi rezeki dari tempat yang tidak disangka-sangka. Dan barang siapa yang bertawakal hanya kepada Allah, niscaya akan dicukupi segala kebutuhannya.”

    Jika kita menyadari dan meyakininya, kita memiliki bekal yang sangat kukuh untuk mengarungi hidup ini, tidak pernah gentar menghadapi persoalan apapun karena sesungguhnya yang paling mengetahui struktur masalah kita yang sebenarnya berikut segala jalan keluar terbaik hanyalah Allah Swt Yang Mahasempurna. Dia sendiri berjanji akan memberi jalan keluar dari segala masalah, sepelik dan seberat apapun karena bagi Dia tidak ada yang rumit dan pelik, semuanya serba mudah dalam genggaman kekuasaan-Nya.

    Pendek kata, jangan takut menghadapi masalah, tetapi takutlah tidak mendapat pertolongan Allah dalam menghadapinya. Tanpa pertolongan-Nya, kita akan terus berkelana dalam kesusahan, dari satu persoalan ke persoalan lain, tanpa nilai tambah bagi dunia dan akhirat kitabenar-benar suatu kerugian yang nyata.

    Terimalah ucapan selamat berbahagia, bagi saudara-saudaraku yang taat kepada Allah dan semakin taat lagi ketika diberi kesusahan dan kesenangan, shalatnya terjaga, akhlaknya mulia, dermawan, hati bersih, dan larut dalam amal-amal yang disukai Allah.

    InsyaAllah, masalah yang ada akan menjadi jalan pendidikan dan Allah yang akan semakin mematangkan diri, mendewasakan, menambah ilmu, meluaskan pengalaman, melipatgandakan ganjaran, dan menjadikan hidup ini jauh lebih bermutu, mulia, dan terhormat di dunia akhirat.

    Semoga, dengan izin Allah, uraian ini ada manfaatnya. *** (Bagian terakhir dari 2 tulisan)

    Indahnya Hidup Merdeka (2)

    Penulis: Aa Gym

    3. Tidak Diperbudak Asmara

    Salah satu yang memperindah dan menghiasi hidup kita adalah cinta. Tapi kita lihat ada orang yang dikutuk orang tuanya, bahkan terjerumus ke lembah nista dalam perbuatan-perbuatan yang hina justru karena cinta –tentu cinta buta– yang membuat tidak bisa melihat kebenaran.

    Waspadalah saudaraku, jatuh cinta ibarat memasuki sebuah pusaran air, kalau tidak hati-hati semakin cinta semakin membelenggu, semakin hanyut, berkurang rasa malu, dan membara nafsu yang akhirnya menyengsarakan dunia akhirat, kecuali cinta di jalan Allah.

    Jatuh cinta ibarat memasukkan ayam kampung ke kamar, akan sulit mengusirnya. Kalaupun susah payah mengusir, maka kamar akan berantakan. Begitulah orang-orang yang dilanda asmara dan tidak sungguh-sungguh menjaga diri.

    Oleh karena itu jauhilah percintaan yang tidak disukai dan tidak di jalan Allah. Milikilah cinta yang asli karena Allah yang caranya betul-betul menegakkan apapun yang diaturkan dalam agama. Percayalah, rambu-rambu yang diberikan oleh Allah akan membuat diri kita tidak diperdaya oleh cinta yang tampaknya indah padahal bisa jadi menjerumuskan, nazubillahi mindzalik. Berlindunglah kepada Allah supaya kita tidak diperbudak oleh asmara buta.

    an, adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Rabbnya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya. (Q.S An-Nazit [79] : 40-41)

    4. Orang yang Jujur

    Saudaraku, setiap kali berbohong maka bohong itu akan menjadi penjara bagi kita. Kita akan selalu was-was, takut diketahui kebohongan (kedustaan) kita yang mengharuskan kita berbuat bohong lanjutannya. Dan bohong itu pun tentu akan menjadi penjara baru. Demikianlah kurang lebih bagi orang-orang yang berdusta, berbohong atau tidak jujur dalam hal apapun.

    Tidak akan merdeka orang-orang yang tidak menjaga dirinya dari kedustaan dan ketidakjujuran. Rasulullah bersabda, idak ada akhlak yang paling dibenci Rasulullah, lebih dari bohong. Apabila beliau melihat seseorang bohong dari segi apa saja, maka orang itu tidak keluar dari perasaan hati Rasulullah sehingga beliau tahu bahwa orang itu telah bertaubat./i> (H. R. Ahmad)

    Pastikanlah kita menjadi orang yang menikmati hidup jujur. Semakin sedikit rahasia semakin merdeka hidup ini. Semakin tidak mengenal dusta, semakin tidak terancam diri ini. Tak ada yang membuat kita takut harus diketahui aib dan kebohongan oleh orang lain karena memang kita tidak menyembunyikan sesuatu.

    Lebih baik kita disisihkan karena kita jujur daripada kita diterima karena berdusta, berarti sepanjang waktu kita akan penuh ketegangan. Selamat berbahagi bagi saudara yang berjuang menjadi pribadi yang jujur terpercaya karena itulah milik orang-orang yang merdeka dan jujur.

    5. Orang yang Tawadhu

    Rendah hati adalah kunci kebahagiaan. Semakin kita ingin dihargai, semakin ingin dihormati, semakin ingin dipuji, semakin ingin diperlakukan lebih, maka semakin sengsara hidup ini, karena kita semakin butuh kepada orang lain. Padahal orang lain belum tentu sesuai keinginannya dengan kita.

    Orang yang rendah hati, pikirannya adalah justru ingin melihat orang lain lebih berhak untuk dihargai, lebih berhak untuk dihormati, dan tidak melihat orang lain lebih rendah dari dirinya.

    Sebagaimana yang difirmankan oleh Allah, an hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu ialah orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik (Q.S. Al Furqaan [25] : 28). Ketawadhuan tidak akan pernah menghinakan, bahkan sebaliknya akan mengangkat derajat seseorang.

    Adalah mimpi kita bahagia jikalau kita menjadi orang yang sombong dan takabur. Sabda Rasulullah, iada masuk surga orang yang dalam hatinya terdapat sebesar biji sawi dari kesombongan./i> (H.R Muslim). Kebahagiaan dan kemerdekaan adalah milik orang-orang yang rendah hati.

    6. Orang yang Ikhlas

    Ikhlas adalah kunci kemerdekaan hati. Orang-orang yang ria yang hidupnya tamak akan pujian akan menjadi korban mode dan korban jaman. Tetapi orang-orang yang ikhlas tidak pusing dengan penilaian manusia. Yang dia pikirkan adalah selalu memikirkan yang terbaik, dan puas dengan penilaian Allah Yang Maha Dekat serta ganjaran dari Allah yang melimpah dan tidak mengecewakan.

    Rasulullah bersabda, llah tidak menerima amalan, melainkan amalan yang ikhlas dan yang karena untuk mencari keridhaan Allah./i> (H. R. Ibnu Majah)

    Wahai saudaraku yang baik, marilah kita nikmati menjadi orang yang tidak terpengaruh oleh kerinduan dipuji orang lain. Pujian orang hanyalah tipu daya bagi kita, cobaan yang membuat kita sering menipu diri padahal kita tidak layak dipuji.

    Tapi pujian dari Allah akan menyelamatkan kita dunia akhirat. Karena Allah yang menggenggam setiap rezeki, kedudukan, kemuliaan, bahkan nikmat dunia akhirat. Untuk apa kita dipuji makhluk yang pasti binasa. Lebih baik puaskan diri ingin dipuji Allah, itulah yang membuat kita merdeka dalam hidup ini.

    7. Orang yang Tawakal

    Semakin banyak bergantung kepada sesuatu maka kita akan takut kehilangan sesuatu. Seperti orang yang bersandar di kursi akan takut kursinya diambil. Tetapi bergantung kepada Allah, itulah yang akan memuaskan karena Allah menggenggam segala yang kita butuhkan. Allah Maha Tahu masalah kita, Allah Maha Tahu segala jalan keluar dari kesulitan kita, dan Allah-lah yang kuasa atas segala-galanya.

    Dan orang yang bertawakal, dicukupi kebutuhannya oleh Allah Yang Maha Tahu kebutuhan kita. Allah berfirman, ..Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (Q.S Ath Thalaaq [65] : 3)

    Sahabat-sahabatku yang budiman, untuk apa kita bergantung kepada manusia. Makhluk adalah lemah tiada daya dan tidak bisa memberi manfaat bagi kita tanpa izin Allah dan juga tidak bisa memberikan mudharat.

    Marilah kita puaskan diri kita, ikhtiar kita, dan ketawakalan kita. Gigihnya ikhtiar jangan mencuri hati dari tawakkal kepada Allah. Yakinnya kepada Allah jangan pernah mengurangi ikhtiar kita, itulah orang-orang yang akan menikmati kemerdekaan dalam hidup ini. Akhlaknya jadi mulia dan indah kalau setiap perilakunya bisa menjadi amal shaleh yang menjadi bekal kebahagiaan dunia dan menjadi bekal perjumpaan dengan Allah Azzawajalla.

    Sekali merdeka tetap merdeka. Sekali menjadi hamba Allah selama-lamanya hanyalah untuk mengabdi kepada Allah. Wallahuaam.***(bagian terakhir dari 2 tulisan)

    Rangkuman Pengajian Majeis Manajemen Qolbu, Masjid Istiqlal 15 September 2002

    Rendah Hati

    Sumber: Abdullah Gymnastiar

    Bismillahirrahmanirrahiim

    Kajian Kitab Al-Hikam (Karya Syekh Ahmad bin Muhammad Atailah)

    Bab: Rendah Hati

    Andaikata kita benar-benar bisa menempatkan diri secara tepat sekali dalam hidup ini, niscaya hidup akan lebih ringan, lebih indah, dan lebih barokah. Sayang kita kadang tidak cukup waktu untuk mengenal diri sehingga kita merasa lebih dari kenyataan atau merasa lebih rendah dari karunia yang Allah berikan. Setidaknya inilah hikmah yang akan kita simak dalam kajian kitab Hikam kali ini.

    “Tanamlah dirimu dalam tanah kerendahan. Sebab tiap sesuatu yang tumbuh tetapi tidak di tanam, maka tidak sempurna hasil buahnya.”

    Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang merendah diri, maka Allah akan memuliakannya. Dan siapa yang sombong, besar diri, Allah akan menghinanya.”

    Saudaraku, akar yang menghujam ke dalam tanah membuat pohon kian kokoh. Tapi pohon yang akarnya jauh dari tanah, disiram air, pohon bisa rontok. Makin kokoh menghujam, dihempas badai, diterjang topan, ditiup angin, tidak goyah. Tampaknya, orang-orang yang benar-benar menikmati hidup buah dari amal adalah orang yang tawadhu; orang-orang yang rendah hati.

    Saudara-saudaraku, banyak beramal tidak berarti langsung selamat. Sebelum amal terlaksana, tipu dayanya adalah enggan beramal dan niat yang salah yaitu ingin dipuji amal-amalnya sebagai kebaikan. Ketika sedang beramal, cobaannya adalah enggan menyempurnakan amal. Dan ketika selesai beramal, ada lagi cobaannya, yaitu menjadi ujub, merasa diri paling beramal dan merasa diri lebih dari orang lain. Semua ini benar-benar butuh perjuangan. Imam Ibnu Atailah menganjurkan agar kita tawadhu dengan menanam di bumi kerendahan hati agar sempurna amal-amal kita.   Jika kita benar-benar ingin menikmati tawadhu, beberapa rahasianya adalah, pertama : kita harus selalu sadar bahwa yang membuat kita beramal bukan kita tapi taufik Allah. Kita bisa bersodaqoh, uangnya dari mana kalau tidak dititipi rejeki dari Allah. Andai kita punya uang, tapi Allah tidak memberikan jalan bagi kita karena orang-orang di sekitar kita tidak butuh, tidak akan keluar itu uang. Setelah ada rejeki, oleh Allah digerakkan untuk bertemu dengan orang yang perlu pembangunan masjid, ada yang perlu dilunasi hutang, itu Allah yang mengatur. Setelah kita bisa bersodaqoh, diringankan hati kita. Kan ada yang sodaqoh tapi hati jadi kesal. Oleh karena itu kita harus tahu rangkaian semua amal ini hanya Allah-lah yang berbuat. Tidak usah diingat-ingat, tidak usah di sebut-sebut amal kita karena Allah-lah sebetulnya yang membuat kita bisa beramal.   Seperti mutiara hikmah dari Syekh Ibrahim bin Asyam, “Tidak benar-benar bertujuan kepada Allah siapa yang ingin masyhur atau terkenal.” Bahkan Syekh Ayyub Asy Syahtiani berkata, “Demi Allah, tiada seorang hamba yang sungguh-sungguh ikhlas kepada Allah, melainkan ia merasa senang, gembira, jika ia tidak mengetahui kedudukan dirinya.”

    Ciri-ciri kita kurang ikhlas adalah, andaikata kita sudah merasa beramal. Apalagi kita merasa ikhlas. Orang yang merasa ikhlas, dia ingin diketahui oleh orang lain keikhlasannya, berarti belum ikhlas. Karena dia masih membutuhkan orang lain agar tahu bahwa dirinya ikhlas dan dia senang ketika dia diketahui ikhlas. Berarti dia belum ikhlas. Oleh karena itu orang-orang yang ingin menikmati ketawadhuan, lupakan siapa diri kita. Kalau kita seorang sarjana, jangan diingat-ingat kesarjanaan kita. Disisi Allah bukan kesarjanaan yang penting, tapi amal yang ikhlas. Kalau kita seorang yang sudah pernah bersodaqoh sebanyak apapun, lupakan! Kalau kita ingat-ingat, kita menjadi butuh diakui, butuh ditulis, butuh disebut-sebut, itu bisa merusak. Inilah cara yang kedua, yakni dengan melupakan jasa diri sendiri.  Makin kita mengingat-ingat otoritas kita, kedudukan kita, amal kita, makin kita ingat makin kita butuh diakui oleh makhluk, makin tidak ikhlas. Sesuatu yang layak kita ingat agar kita tawadhu, adalah ingat akan dosa-dosa kita. Berlatihlah untuk tawadhu dengan mengingat kekurangan kita. Cara lainnya supaya kita tawadhu, sesudah yakin semua milik Allah dan tidak mengingat kebaikan jasa diri sendiri, maka cara yang ketiga adalah tidak melihat orang lain lebih rendah dari diri kita. Setiap melihat orang, cari titik kelebihannya.

    Ketika melihat anak-anak, subhanallah mereka dosanya masih sedikit. Melihat ibunya, ingatlah tetesan darah, keringat, pengorbanan dan air mata, mungkin inilah yang akan mengangkat derajat seorang ibu walaupun amalnya masih terbatas. Melihat orang yang lebih tua, subhanallah, bapak-bapak ini tentu amalnya lebih banyak dari kita. Melihat orang yang baru belajar baca Quran, siapa tahu baru belajar tapi lebih takut kepada Allah daripada perasaan takut kita kepada Allah. Melihat pedagang kecil, siapa tahu dalam pandangan Allah dia mulia karena kejujurannya walaupun dagangannya sederhana. Melihat seorang guru, mungkin dia mengajar dengan ikhlas, sehingga boleh jadi muridnyalah yang kelak akan menjadi benteng bagi agama dan bangsa ini. Pendek kata, ketika melihat orang lain, lihatlah kelebihan dan kebaikannya. Makin senang melihat kelebihan dan jasa orang lain, kita akan makin senang menghormat orang dan jauh dari kesombongan. InsyaAllah makin tawadhu.    Nabi Muhammad SAW adalah orang yang memiliki puncak kemuliaan, puncak kedudukan. Beliau adalah seorang nabi dan rasul terakhir. Beliau adalah seorang pemimpin yang tangguh, tapi beliau adalah seorang yang sangat rendah hati. Beliau menyapa dengan ramah dan lembut kepada siapa pun penuh dengan rasa hormat. Tiada seorang pun yang berjumpa kepada beliau kecuali beliau menatap dengan wajah penuh senyuman dan cerah bagai purnama. Subhanallah! Beliau tidak membeda-bedakan tamu kaya dan miskin. Beliau menerima undangan walau hanya makanan yang amat sederhana. Beliau berjalan dengan suka cita walaupun diundang oleh sekedar hamba sahaya. Beliau tidak menjadi bangga dengan naik unta yang bagus dan tidak pernah malu dan minder dengan menunggang keledai walaupun hanya dibonceng. Di rumah nabi Muhammad yang amat sederhana, beliau menjahit sendiri terompahnya, merapikan kamarnya, memeras susu tanpa ingin menjadi beban. Jikalau beliau ke pasar, beliau lebih menyukai jika beliau membawa sendiri belanjaannya.    Jika beliau datang ke sebuah majelis, beliau tidak menyukai andaikata orang-orang berdiri untuk menyambutnya. Beliau ingin diperlakukan sama. Jikalau beliau berjalan, beliau tidak ingin dikawal agar kelihatan menjadi berwibawa. Nabi Muhammad tidak mengharapkannya. Jika mau masuk ke sebuah masjid dan beliau tidak kebagian tempat duduk, beliau tidak menginginkan duduk yang utama. Beliau duduk di mana saja. Bahkan beliau jika menyapa seseorang berusaha mendahului sapaannya. Menjawab dengan sempurna. Mengantar tamu sampai ke depan rumahnya. Beliau adalah orang yang setiap siapapun yang berjumpa dengannya selalu merasa puas akan sikapnya yang penuh kemuliaan dan rendah hati.    Tidak ada jalan bagi kesombongan untuk menjadi mulia. Kemuliaan, ketinggian hanyalah milik orang yang tawadhu.

    Semoga Allah yang Maha Agung menjauhkan kita dari segala kesombongan yang amat hina dan memalukan. Tidak ada contoh kesombongan kecuali kesombongan yang dicontohkan oleh iblis yang akhirnya terkutuk. Oleh Firaun yang akhirnya terlaknat. Abu Jahal dan Abu Lahab yang akhirnya menjadi orang yang dihinakan dunia wal akhirat.

    Laa ilaaha illa anta, subhaanaka innii kuntu minadz dzoolimiin.

    Duhai yang Maha Mendengar, ampuni jikalau selama ini kami termasuk amat sombong dalam pandangan-Mu. Ampuni jikalau kami sering menbesar-besarkan diri kami dan meremehkan keagungan-Mu. Ampuni jika kami sering mendustakan kebenaranMu. Ampuni jikalau kami meremehkan agama-Mu ya Allah. Ampuni jikalau Engkau saksikan kami enggan menerima nasehat.

    Saudara-saudaraku, alangkah indahnya jikalau kita termasuk orang yang ditatap oleh Allah. Apa yang harus kita sombongkan pada diri kita? Mudah-mudahan kerendahan hati kita memacu amal kebajikan yang kita lakukan. Menjadi amal yang diterima oleh Allah dan memperkokoh kehidupan kita. Selamat menikmati hidup dengan rendah hati.

    Dzikir

    Ya Mukminu Aaminnaa Waamin Ahlanaa wa baladanaa

    Ya Tuhan yang memberi keamanan

    berilah keamanan bagi kami, keluarga kami dan negeri kami

    Doa

    Ya Allah

    sesungguhnya aku memohon kepadaMu

    segala yang mewajibkan rahmatMu

    dan segala yang meneguhkan keampunanMu

    dan keselamatan dari segala dosa

    dan mendapat keuntungan dari segala kebajikan.

    Janganlah Engkau tinggalkan dosa padaku

    kecuali Engkau mengampuninya

    dan tidak ada kegelisahanku

    kecuali Engkau menghilangkannya

    dan tiada kesusahan

    tanpa Engkau melapangkannya

    dan tak ada kemelaratan

    kecuali Engkau lenyapkan dia

    dan tak ada sesuatu hajat yang Engkau ridhai

    kecuali Engkau memberikannya.

    Wahai Yang Maha Rahim

    (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

    Ya Allah Anta Robbuna

    Laa Ilaaha Illa Anta

    Ya Allah, Engkau Tuhan kami

    tiada Tuhan yang berhak disembah

    kecuali Engkau

    Ya Rahmaanu Narjuu Rohmatak

    Ya Tuhan Yang Maha Pengasih

    kami mengharap kasih sayang Mu

    doa :

    Ya Allah

    sesungguhnya aku memohon kepadaMu

    akan keteguhan dalam segala urusanku

    dan aku mohon pada Mu

    akan ketetapan hati

    dan aku memohon kepadaMu

    untuk mensyukuri nikmatMu

    baiknya aku dalam beribadah kepadaMu

    dan aku memohon kepadaMu

    lidah yang benar

    hati yang selamat

    akhlak yang lurus

    dan aku berlindung kepadaMu

    dari kejahatan yang Engkau ketahui

    dan aku memohon kepadaMu

    akan kebaikan yang Engkau ketahui

    dan aku memohon ampun

    dari apa yang Engkau ketahui

    Sesungguhnya Engkau Maha Megetahui yang ghaib

    Aamiin

    (Hr. an-Nasa’i)

    Ya Rahiimu Irhamna

    Ya Tuhan yang Mahapenyayang

    kasih sayangilah kami

    doa :

    Ya Allah sesungguhnya aku memohon padaMu

    nikmat yang kekal

    yang tiada berpindah dan hilang

    Ya Allah

    sesungguhnya aku memohon padaMu

    keamanan pada hari ketakutan

    Ya Allah

    aku berlindung kepadaMu

    dari kejahatan yang diberikan dan

    dari kejahatan yang tiada diberikan kepadaku.

    aamiin

    Dzikir :

    Yaa Maaliku

    A’thinaa min mulkika

    Ya Tuhan Yang Maha Raja (mempunyai kekuasaan)

    berikanlah kepada kami dari kekuasaanMu

    Doa :

    Ya Allah

    berilah kami rasa takut kepadaMu

    yang dapat menghalangi kami dari maksiat kepadaMu

    dan berilah kami kepatuhan

    yang dapat menyampaikan kami kepada surgaMu

    dan berilah kami keyakinan

    yang dapat memudahkan kami menghadapi musibah dunia

    dan berilah kami kenikmatan

    dengan

    pendengaran kami

    penglihatan kami

    kekuatan kami

    selama Engkau menghidupi kami.

    Jadikanlah bala kami

    hanya menimpa orang yang zalim kepada kami.

    Dan tolonglah kami

    untuk menghadapi orang yang memusuhi kami

    dan janganlah Engkau jadikan musibah kami

    dalam hal agama kami

    dan janganlah Engkau jadikan dunia

    sesuatu yang kami gandrungi

    dan tujuan akhir ilmu kami

    dan janganlah Engkau beri kekuasaan

    kepada orang yang tidak menyayangi kami.

    Hr. at-Tirmidzi

    dzikir

    Ya Quddusu Qaddis Fithratanaa

    Ya Tuhan yang Maha Suci

    sucikanlah fitrah kejadian kami

    doa :

    Ya Allah,

    sesungguhnya Engkau telah meminta dariku

    sesuatu yang tidak aku miliki

    kecuali dengan pertolonganMu

    maka berilah aku dari padanya

    sesuatu yang Engkau ridhai

    Ya Allah

    aku memohon iman yang kekal kepadaMu

    dan aku memohon padaMu     hati yang khusyu

    dan aku memohon padaMu     keyakinan agama yang benar

    dan aku memohon padaMu     agama yang lurus

    Aku mohon padaMu

    akan kesembuhan/kesehatan yang sempurna, yang kekal

    dan aku memohon padaMu

    akan kesiapan bersyukur atas afiyah

    Dan aku memohon kecukupan dari manusia padaMu

    Aamiin

    dzikir

    Ya salamu sallimna

    mina afaatid dunya wa’adazaabil aakhirah

    Ya Tuhan pemberi selamat

    selamatkan lah kami

    dari fitnah bencana dunia dan siksa akhirat

    doa

    Ya Allah

    Sesungguhnya aku berlindung dengan Engkau

    dari sifat penakut

    dan aku berlindung

    daripada mencapai umur yang seburuk-buruknya

    dan aku berlindung dengan Engkau

    dari fitnah dunia dan siksa kubur

    (HR. Bukhari dan at Tarmidzi)

    Iptek Mancanegara – Bidang Tata Kota, Perumahan dan Permukiman

    Jepang, sebuah negeri penuh inovasi. Mungkin sebutan itu sesuai dengan bagaimana jepang menangani masalah sampah. Setelah berhasil membuat sebuah airport berkelas internasional di Kobe yang dibuat diatas lapisan sampah, lalu menerapkan pembuatan pupuk dari sampah di berbagai hotel di jepang, kini jepang telah berhasil mengubah sampah menjadi produk semen yang kemudian dinamakan dengan ekosemen.

    Ekosemen

    Diawali penelitian di tahun 1992, dengan dibiayai oleh Development Bank of Japan, para peneliti Jepang telah meneliti kemungkinan abu hasil pembakaran sampah, endapan air kotor dijadikan sebagai bahan semen. Dari hasil penelitian tersebut diketahui bahwa abu hasil pembakaran sampah mengandung unsur yg sama dg bahan dasar semen pada umumnya. Pada tahun 1998, setelah melalui proses uji kelayakan akhirnya pabrik pertama didunia yang mengubah sampah menjadi semen didirikan di Chiba. Pabrik tersebut mampu menghasilkan ekosemen 110.000 ton per tahunnya. Sedangkan sampah yang diubah menjadi abu yang kemudian diolah menjadi semen mencapai 62.000 ton per tahun, endapan air kotor dan residu pembakaran yang diolah mencapai 28.000 ton per tahun. Hingga saat ini sudah dua pabrik di Jepang yang memproduksi ekosemen.

    Gambar 1. Simulasi pembuatan eko semen dari limbah rumah tangga

    Pembuatan ekosemen

    Penduduk jepang membuang sampah baik organik maupun anorganik, sekitar 50 juta ton/tahun. Dari 50 ton per tahun tersebut yang dibakar menjadi abu sekitar 37 ton per tahun. Sedangkan abu yang dihasilkan mencapai 6 ton/tahunnya. Dari abu inilah yang kemudian dijadikan sebagai bahan dari pembuatan ekosemen. Abu ini dan endapan air kotor mengandung senyawa-senyawa dalam pembentukan semen biasa. Yaitu, senyawa-senyawa oksida seperti CaO, SiO2, Al2O3, dan Fe2O3. Oleh karena itu, abu ini bisa berfungsi sebagai pengganti clay yang digunakan pada pembuatan semen biasa.

    Namun CaO yang terkandung pada abu hasil pembakaran sampah dinilai masih belum mencukupi, sehingga limestone (batu kapur) sebagai sumber CaO masih dibutuhkan sekitar 52 persen dari keseluruhan. Sedangkan pada semen biasa, limestone yg dibutuhkan mencapai 78 persen dari keseluruhan.

    Proses selanjutnya adalah abu hasil pembakaran sampah (39 persen), limestone (52 persen), endapan air kotor (8 persen) dan bahan lainnya dimasukkan ke dalam rotary klin untuk kemudian dibakar. Untuk mencegah terbentuknya dioksin, pada proses pembakaran di rotary klin, dilakukan pada 1400 derajat celcius lebih dimana pada suhu tersebut dioksin terurai secara aman.

    Gambar 2. Rotary klin (Sumber : www.ichiharaeco.co.jp)

    Kemudian gas hasil pembakaran pada rotary klin didinginkan secara cepat untuk mencegah proses pembentukan dioksin ulang. Sehingga hasil gas buangan tidaklah berbahaya bagi manusia. Sedangkan pada hasil pembakaran yang masih mengandung senyawa logam dipisahkan, untuk kemudian dapat dipergunakan untuk kebutuhan lain.
    Hasil akhir dari proses ini adalah ekosemen.

    Pengaruh plastik vinil

    Plastik vinil yang terdapat dalam sampah pada proses pembakaran akan mengakibat kekuatan konkrit ekosemen akan berkurang. Hal ini diakibatkan oleh adanya gas Cl2 hasil peruraian plastik vinil yang dapat mempengaruhi kekuatan konkrit ekosemen.

    Kualitas ekosemen

    Berdasarkan hasil pengujian JSA (Japan Standar Association) dinyatakan bahwa ekosemen mempunyai kualitas yang sama baiknya dengan semen biasa. Sehingga, hingga saat ini penggunaan ekosemen sudah digunakan dalam pembangunan jembatan, jalan, rumah, dan bangunan lainnya di Jepang.

    Gambar 3. Struktur ekosemen (Sumber : www.ichiharaeco.co.jp)

    Dengan adanya pengubahan sampah menjadi semen, menambah alternatif pengolahan sampah menjadi barang bermanfaat bagi manusia yang telah membuangnya. Selain itu dengan adanya alternatif pengolahan sampah menjadi semen, biaya pengolahan sampah di Jepang menjadi lebih murah. Bila sebelumnya 40.000 yen per ton (pengolahan sampah konvensional) menjadi 39.000 yen per ton (pengolahan sampah hingga menjadi semen).

    Peluang di Indonesia

    Indonesia belum bisa lepas dari masalah sampah. Mulai dari penolakan warga masyarakat sekitar TPA akibat kepulan asap dan bau yang ditimbulan pengolahan sampah saat ini hingga kejadian yang tidak pernah dilupakan, tragedi leuwih gajah yang merenggut 24 nyawa tak bersalah.

    Sudah banyak upaya yang dilakukan, termasuk dengan mengubahnya menjadi sumber energi (metan) namun akibat kurangnya prospek dari segi ekonomi, akhirnya perkembangannya masih jalan ditempat.

    Berhasilnya Jepang, mengolah sampah menjadi semen, tentu menjadi peluang sangat besar untuk dikembangkan di Indonesia. Di Jakarta saja sampah yang dihasilkan oleh warganya mencapai 6000 ton lebih per hari. Selain itu secara prinsip, pembuatan ekosemen hampir sama dengan pembuatan semen biasa, sehingga jika bisa dilakukan kerja sama dengan pihak industri semen, maka akan jadi kerjasama yang menguntungkan baik pihak pemerintah maupun pihak industri. Dari pihak pemerintah penanganan sampah bisa sedikit teratasi dan dari pihak industri mampu mengurangi penggunaan limestone (26 persen).

    Namun yang terpenting adalah kemauan pemerintah, khususnya pemerintah kota/daerah, untuk mengelola sampah dengan baik dan memulai untuk mencoba memisahkan sampah antara sampah organik, anorganik, botol dan kaleng menjadi kebudayaan bangsa Indonesia secara luas. Sehingga peluang pemanfaatan sampah menjadi semen atau produk yang lain bisa oleh pihak industri bisa lebih ekonomis.

    Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.